WELCOME TO http://abeacheagle.blogspot.com

WELCOME TO http://abeacheagle.blogspot.com
My name is A Beach Eagle, you can call me Irwansyah (Indonesia man), This is my creation in a scientific written, if you have hobby to read, please look at this!!!

My Profile

Foto Saya
Sungailiat - Pangkalpinang, Bangka Belitung Island Province, Indonesia
My wise man words : The life is adventure, if you want to get happy in the world with knowledge and also get happy in the hereafter with knowledge, so be adventurer look for knowledge in order that your life happiness in the world and hereafter (eternity) can be gotten. The life is a struggle, so we must always strive to reach it in order that to be reality.

Translate into your languages

Kamis, 04 Oktober 2012

MADRASAH MODERN BERKARAKTER


Blog Support :  KLIK DI SINI
Sponsored by   KLIK DI SINI

I.     Pendahuluan
Peningkatan mutu pendidikan merupakan pilar pokok pembangunan pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan oleh semua pihak yang berkompeten. Apakah itu Kementrian Pendidikan Nasional yang menaungi sekolah dari tingkat pusat sampai daerah yang merupakan pilar pendidikan di Indonesia. Ataukah Kementrian Agama yang juga turut ambil bagian dalam menaungi madrasah dan pondok pesantren di Indonesia dari tingkat pusat sampai daerah. Dua kementrian ini mempunyai karakter dan cirri-ciri yang khas dalam mengelola pendidikan. Ciri khas yang paling menonjol adalah bobot muatan kurikulum. Kemendiknas bobot muatan kurikulum pada mata pelajaran umum lebih dominan bila dibandingkan dengan mata pelajaran agama. Sedangkan Kemenag bobot muatan pada pelajaran umum dikurangi dengan mengalihkannya pada mata pelajaran agama. Berbicara karakter kedua kementrian ini sudah berkarakter. Kemendiknas berkarakter Pancasila, sedangkan Kemenag berkarakter al’qur’an dan hadist.
Perbedaan ini bukan masalah jika dicermati secara arif dan bijaksana. Namun akan jadi masalah bila perbedaan ini dijadikan suatu keegoan saling menjatuhkan untuk kepentingan masing-masing kementrian, dan lebih rusak lagi bila dikaitkan dengan Anggaran Pendidikan Nasional.
Dalam makalah ini tidak mengulas perbedaan karakter dua kementrian yang menaungi pendidikan di Indonesia. Makalah ini hanya mengulas bagaimana madrasah modern berkarakter.
Permasalahan yang sudah menahun pada madrasah dan pondok pesantren adalah manajemen pengelolaan yang terkesan tradisional. Sehingga madrasah dan pondok pesantren diidentikkan sebagai sekolah anak kampung. Predikat dan penghargaan ini membuat hati menjadi miris. Predikat dan penghargaan ini apakah disebabkan oleh pengelola pendidikan di madrasah/pondok pesantren itu sendiri atau oleh opini-opini publik yang sengaja dibentuk sebagai salah satu bentuk kompetisi untuk menjatuhkan dalam rangka merebut simpati masyarakat. Dua statement ini benar berdasarkan analisis sebab akibat. Berdasarkan fakta, masih banyak madrasah dan pondok pesantren menggunakan manajemen tradisional. Manajemen tradisional adalah manajemen warisan budaya para pendiri madrasah dan pondok pesantren terdahulu. Muatan kurikulum yang diajarkan belum berubah masih menggunakan kurikulum lama. Pola pengajaran juga masih menggunakan pola lama yang hanya mengutamakan pengetahuan agama dengan standar kelulusan hafal al’qur’an dan hadist, fasih berbahasa Arab, melaksanakan rukun islam dan rukun iman. Nuansa lingkungan sangat tertutup dari pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya modernisasi. Oleh sebab itu predikat dan penghargaan sebagai sekolah kampung harus kita terima, tetapi jadikan kritikkan dan kecaman dari luar sebagai cambuk untuk memicu madrasah dan pondok pesantren kearah yang lebih maju, bermutu dan modern. Jangan menganggap kritikkan dan kecaman itu sebagai suatu rasa sentimen luar terhadap madrasah dan pondok pesantren.
Makalah ini ditulis untuk memberikan gambaran bagi pengelola madrasah dan pondok pesantren mengenai profil madrasah dan pondok pesantren modern, sebagai jawaban atas kritikkan dan opini-opini publik yang menganggap madrasah dan pondok pesantren adalah sekolah kampungan. Makalah ini juga akan mengulas profil madrasah yang modern dan berkarakter. Sebagai jawaban atas kecaman praktisi pendidikan yang menyatakan bahwa merosotnya mutu pendidikan di Indonesia itu disebabkan oleh madrasah dan pondok pesantren yang terindikasi dari hasil ujian nasional dan persentase kelulusan yang rendah pada madrasah dan pondok pesantren.

II.  Pembahasan

A.  Madrasah Modern
Madrasah modern adalah madrasah yang telah mengubah manajemen dari manajemen tradisional warisan budaya para pendiri kearah manajemen modern seperti MBM (Manajemen Berbasis Madrasah). MBM merupakan pengembangan dari konsep School Based Management yang bertujuan mendesain ulang pengelolalaan madrasah dengan memberikan otonomi kepada kepala madrasah dalam upaya perbaikan kinerja madrasah mencakup guru, siswa, komite, orang tua siswa dan masyarakat. MBM mengubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas pengambilan keputusan dari tingkat nasional kepada pihak yang terkait dengan madrasah berdasarkan kebijakan nasional. MBM memberikan keleluasaan bagi kepala madrasah dalam pengelolaan sumber daya yang terdapat dalam madrasah tersebut, seperti pengelolaan kurikulum, pengelolaan pengajaran, pengelolaan ketenagaan, pengelolaan peralatan dan perlengkapan, pengelolaan keuangan, pelayanan kesiswaan, dan pengelolaan iklim madrasah.
MBM bertujuan : 1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dengan inisiatif, 2) Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat terhadap mutu madrasah, 3) Meningkatkan tanggung jawab warga madrasah terhadap madrasah, 4) Meningkatkan kompetensi yang sehat antar madrasah tentang mutu pendidikan, 5) Meningkatkan prestasi siswa, 6) Meningkatkan profesionalisme guru, dan 7) Penerapan reformasi kurikulum (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI).
Selanjutnya manajemen berbasis madrasah yang di harapkan adalah :
1.    Memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang ditetapkan melalui Permendiknas nomor 23 tahun 2006.
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang meliputi seluruh mata pelajaran. Kompetensi lulusan meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotorik).
2.    Memenuhi Standar Isi sesuai Permendiknas nomor 22 tahun 2006.
Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan pendidikan tertentu. Memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar KTSP dan kalender pendidikan/akademik.
3.    Memenuhi Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.
Standar pendidikan dan kependidikan adalah kriteria pendidik kelayakan fisik maupun mental, memiliki kualiatas akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Kualitas akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan sertifikat keahlian.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik meliputi : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Hal ini sesuai dengan Permendiknas nomor 16 tahun 2007.
Sedangkan untuk tenaga kependidikan mengacu pada :
a.    Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah.
b.    Permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang standar tenaga administrasi sekolah/madraah.
c.    Permendiknas nomor 25 tahun 2008 tentang standar perpustakaan sekolah/madrasah.
d.   Permendiknas nomor 26 tahun 2008 tentang tenaga laboratorium sekolah/madrasah.
4.    Memenuhi Standar Proses.
Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan. Standar proses untuk pendidikan dasar dan menengah ditetapkan dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007.
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan hendaknya diselenggarakan secara: interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, member ruang prakarsa, kreativitas, mandiri sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi.
Pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien satuan pendidikan perlu melaksanakan empat hal yakni :
a.    Perencanaan proses pembelajaran yang diimplimentasikan melalui silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.
b.    Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas, beban mengajar maksimal per pendidik, rasio maksimal buku teks pelajaran setiap peserta didik, dan rasio maksimal jumlah peserta didik setiap pendidik.
c.    Penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan berbagai teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
d.   Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan dan pengambilan langkah tindaklanjut yang diperlukan.
5.    Standar Sarana dan Prasarana
Standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal yang harus dicapai oleh satuan pendidikan pada sarana dan prasarana sesuai Permendiknas nomor 24 tahun 2007.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi prabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
6.    Standar Pembiayaan
Standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan selama satu tahun ditetapkan melalui Permendiknas nomor 69 tahun 2009.
7.    Standar Pengelola
Standar nasional pendidikan berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pada tingkat satuan pendidikan kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar penyelenggaraan pendidikan berjalan efektif dan efisien ditetapkan melalui Permendiknas nomor 19 tahun 2007.
8.    Standar Penilaian Pendidikan
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik mengacu pada Permendiknas nomor 20 tahun 2007.
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, penilaian hasil belajar oleh pemerintah (Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI).
Mengapa MBM perlu diterapkan pada madrasah, karena :
1)   Alasan ekonomis, apa yang menjadi keuntungan dan kerugian madrasah dapat diputuskan sendiri oleh madrasah tersebut.
2)   Alasan professional, madrasah dapat mengelola dan mengembangkan pendidikan sesuai keahlian dan pengalaman dengan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh madrasah.
3)   Alasan politis, dalam rangka demokrasi dan otonomi sekolah/madrasah.
4)   Alasan finansial, dengan MBM madrasah dapat melibatkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam pendanaan.
5)   Alasan prestasi siswa, dengan MBM iklim dan dinamika madrasah akan lebih baik, dan dengan iklim yang baik akan berimbas pada peningkatan prestasi peserta didik.
6)   Alasan akuntabilitas, penyusunan laporan lebih mengarah pada peningkatan terhadap usaha-usaha perbaikan madrasah.
7)   Alasan efektivitas, pengelolaan madrasah tidak banyak dipengaruhi oleh institusi lain.
Dalam melaksanakan MBM perlu mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)   Madrasah memiliki potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
2)   Peningkatan mutu berkelanjutan.
3)   Fleksibilitas dalam mencapai tujuan.
4)   Inisiatif dan pengelolaan mandiri.
5)   Keberhasilan tim bukan individu.
6)   Adanya lingkungan yang mendukung.
7)   Akuntabilitas, administratif, profesional dan hasil pendidikan atau kinerja.
Adapun Tahapan Penerapan MBM :
1)   Melakukan sosialisasi tentang MBM.
2)   Merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran madrasah.
3)   Mengidentifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran.
4)   Melakukan analisis SWOT ( strength, weekness, opportunity, treath).
5)   Mengidentifikasi langkah pemecahan masalah.
6)   Menyusun rencana peningkatan mutu.
7)   Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan.
8)   Merumuskan sasaran mutu.

B.    Madrasah Berkarakter
Madrasah berkarakter adalah madrasah yang memiliki visi dan misi. Visi adalah suatu pandangan jauh kedepan yang ingin dicapai berkaitan dengan profil madrasah yang diinginkan di masa datang. Sedangkan misi adalah suatu tindakkan konkrit yang dilakukan oleh madrasah untuk menggapai visi tersebut. Dalam visi dan misi akan terlihat gambaran arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu satuan pendidikan. Oleh sebab itu dalam merumuskan visi dan misi madrasah harus memuat gambaran masa depan yang diinginkan madrasah. Pandangan jauh kedepan kemana madrasah akan dibawa. Hal ini dikemukan Imam Sujarwo dalam makalahnya yang berjudul menuju madrasah efektif diterbitkan Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI.
Selain memiliki visi dan misi, madrasah berkarakter dapat dilihat dari : 1) Karakteristik input, 2) Karakteristik proses dan 3) Karakteristik output.
1.    Karakteristik Input
Indikator yang dapat dilihat dari input :
a.    Madrasah memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas.
b.    Madrasah mempunyai sumber daya tersedia dan siap.
c.    Madrasah memiliki staf yang berkompeten dan berdedikasi tinggi.
d.   Madrasah memiliki harapan prestasi yang tinggi.
e.    Madrasah fokus terhadap pelanggan (memberi pelayanan kepada peserta didik dan orang tua).
f.     Madrasah memiliki manajemen yang kuat.
2.    Karakteristik Proses
Indikator yang dapat dilihat dari proses antara lain :
a.    Madrasah menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan efektifitas tinggi.
b.    Madrasah mempunyai kepemimpinan yang kuat.
c.    Lingkungan yang kondusif, aman, tertib dan islami.
d.   Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif.
e.    Madrasah memiliki budaya mutu dan ciri khas sebagai identitasnya.
f.     Madrasah memiliki team work yang kompak, cerdas dan dinamis.
g.    Madrasah punya kewenangan/kemandirian.
h.    Partisipasi tinggi dari warga madrasah dan masyarakat.
i.      Madrasah memiliki keterbukaan manajemen.
j.      Madrasah memiliki kemauan untuk berubah.
k.    Madrasah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
l.      Madrasah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan.
m.  Madrasah mampu menjalin komunikasi yang baik.
n.    Madrasah memiliki akuntabiltas.
3.    Karakteristik Output
Peserta didik yang dihasilkan oleh madrasah setelah melalui proses yang berkarakter antara lain tergambar sebagai berikut :
a.    Prestasi akademik
Siswa memiliki pengetahuan kognitif yang tinggi terlihat dari NEM, karya ilmiah dan non ilmiah, tingkat keterampilan berbahasa Indonesia dan asing sangat baik, penguasaan mata pelajaran matematika, fisika yang bagus, cara berpikir kritis, kreatif, inovatif dengan nalar yang rasional baik secara induktif maupun deduktif.
b.    Prestasi non akademik/kognitif
Siswa mempunyai karakter dan kepribadian, bermoral, beretika, rajin, disiplin, jujur, solidaritas, memiliki empati dan kasih saying terhadap sesama, memiliki jiwa kepemimpinan dan prestasi yang baik. Dengan kata lain nilai afektifnya sangat tinggi dan melekat dalam kehidupan sehari-hari.
c.    Prestasi psikomotorik/terampil
Setelah aspek kognitif dan afektif dapat dicapai madrasah berkarakter juga dituntut untuk dapat menghasilkan peserta didik yang terampil.
- Terampil berbahasa Indonesia.
Terampil berbahasa asing.
- Terampil membaca dan menulis.
- Terampil mengatasi persoalan.
- Terampil melaksanakan tugas yang diberikan seperti : tugas upacara, tugas kebersihan, 
   tugas UKS, dan tugas yang berkaitan dengan ekstra kurikuler.
- Terampil membaca al’qur’an.
- Terampil melaksanakan sholat
- Terampil baris berbaris
- Terampil memanfaatkan teknologi informasi.
- Terampil menyelesaikan soal matematika, IPA dan fisika.
Jika ketiga aspek tujuan pendidikan ini dapat terpenuhi maka dapat dikatakan bahwa madrasah tersebut adalah madrasah berkarakter.

C.    Madrasah Ibtidaiyah Negeri Belilik
1.   Gambaran umum
Madrasah ini dinegerikan pada tahun 1995, bertempat di Desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah. Dengan luas lahan 3.658,5 m2 (40.65 m x 90 m) berlokasi dekat pemukiman penduduk. Jarak ke pusat kota 27 km dan jarak ke kabupaten 35 km. Dengan jumlah tenaga pendidik PNS 14 orang, honorer 2 orang, dan tenaga kependidikan PNS 3 orang, honorer 2 orang, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 21 orang.
Pada tahun 2010/2011 jumlah siswa berjumlah 260 siswa, dan pada tahun 2011/2012 jumlah siswa berjumlah 258 siswa, sedangkan pada tahun 2012/2013 jumlah siswa berjumlah 257 siswa. Angka kelulusan pada tahun 2009/2010 dengan jumlah siswa 18 siswa lulus 100%, pada tahun 2010/2011 jumlah peserta ujian 43 siswa lulus 100% dan pada tahun 2011/2012 lulus 100%. Rata-rata perolehan nilai UN dan NS serta NA pada kelulusan tahun 2011/2012 per mata pelajaran dengan jumlah peserta didik yang ikut 45 siswa adalah sebagai berikut :
Rata-rata UN Bahasa Indonesia 6,34, matematika 7,19, IPA 6,36 dan NS (nilai ujian sekolah) rata-rata Bahasa Indonesia 8,04, matematika 7,84, IPA 7,88., sedangkan nilai akhir (NA) Bahasa Indonesia 7,02, matematika 7,46, IPA 6,97, jumlah NEM rata-rata UN 19,89, terendah NEM 14,75 dan NEM tertinggi 25,10. Prestasi yang dicapai berdasarkan NEM UN untuk tiga tahun terakhir adalah peringkat 1 di Kecamatan Namang yang terdiri dari 9 SD dan 1 MIN. Pada tahun 2011 MIN menduduki peringkat 2 Kecamatan Namang dan tahun 2012 MIN menduduki peringkat 1 Kecamatan Namang. Oleh sebab itu empat siswa MIN mendapat penghargaan peraih NEM terbaik dari Bupati Bangka Tengah Bapak Erizaldi, dan 2 orang siswa MIN juga mendapat penghargaan dari PT Timah untuk peraih NEM terbaik.
Keadaan sarana prasarana MIN Belilik memiliki 11 ruang belajar untk 11 rombel, 1 kantor kepala madrasah, 1 ruang guru, 1 ruang TU, 1 ruang labor komputer, 1 labaor IPA, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang koperasi sekolah, 2 WC guru, 3 WC siswa, 1 WC perpustakaan, 2 rumah dinas guru, 1 gudang, 1 lapangan basket + putsal, 1 lapangan volley + bulu tangkis, 1 meja pimpong, 1 unit drumband. Tempat ibadah bergabung dengan musholah masyarakat karena berdempetan dengan lingkungan MIN Belilik. Sumber dana dari APBN dan APBD 1.
2.  Visi dan misi
Dalam rangka mengoptimalkan peran pembangunan dibidang pendidikan, maka ditetapkan suatu visi yang menantang agar dapat memberikan inspirasi dan motivasi kerja organisasi satuan pendidikan MIN Belilik sebagai berikut “Berilmu, Berakhlakul Karimah dan Bermasyarakat”. Untuk mengemban visi tersebut dijabarkan dalam empat misi yakni :
1)      Menyelenggarakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik dan non akademik.
2)      Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam menjalankan ajaran agama secara utuh.
3)      Mewujudkan pembentukan karakter umat yang mampu mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
4)      Menjadikan MIN Belilik sebagai madrasah model dalam pengembangan imtaq dan iptek.
3.   Tujuan dan sasaran
Sebagai penjabaran atau implimentasi dari pernyataan misi, maka tujuan dan sasaran yang ingin dicapai MIN Belilik dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2016 adalah sebagai berikut :
a.   Tujuan
Tujuan adalah suatu apa yang dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dengan mengacu pada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategik, untuk itu tujuan yang dikembangkan oleh MIN Belilik :
1)      Meningkatkan standar kompetensi lulusan.
2)      Meningkatkan standar isi.
3)      Meningkatkan standar pendidik dan kependidikan.
4)      Meningkatkan standar proses.
5)      Meningkatkan standar sarana prasarana.
6)      Terpenuhinya standar pembiayaan.
7)      Meningkatkan standar pengelolaan.
8)      Meningkatkan standar penilaian.
9)      Meningkatkan standar pelayanan maksimal.
b.  Sasaran
Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintahan dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran yang akan dicapai oleh MIN Belilik :
1)      Meningkatkan kualitas guru mata pelajaran.
2)      Terwujudnya KTSP dan kalender pendidikan.
3)      Meningkatkan kualitas akademik dan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
4)      Meningkatkan proses pembelajaran, materi ajar, sumber, metode pengajaran, dan penilaian hasil.
5)      Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.
6)      Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembiayaan.
7)      Meningkatkan MBM (Manajemen Berbasis Madrasah).
8)      Meningkatkan penilaian hasil belajar secara berkesinambungan dan instrumen penilaian yang terukur.
9)      Meningkatkan pelayanan penyelenggaraan pendidikan sesuai perkembangan dan kebutuhan.
c.   Cara pencapaian tujuan dan sasaran
Untuk mencapai tujuan dan sasaran di atas, maka diperlukan strategi atau cara. Strategi yang diambil ialah dengan menyusun program-program dan kebijakan yang akan dilaksanakan agar tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.
          Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu yang dibuat oleh suatu instansi/lembaga guna mencapai sasaran tertentu. Adapun program yang ditetapkan oleh MIN Belilik dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2016 adalah sebagai berikut :
1)      Peningkatan standar kelulusan.
2)      Peningkatan standar isi.
3)      Peningkatan standar pendidik dan kependidikan.
4)      Peningkatan standar proses.
5)      Peningkatan standar sarana prasaran.
6)      Peningkatan pengelolaan standar pembiayaan.
7)      Peningkatan standar pengelolaan.
8)      Peningkatan standar penilaian.
9)      Peningkatan standar pelayanan minimal.
Sedangkan kebijakan merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh instansi/lembaga untuk dijadikan pedoman atau petunjuk dalam pengembangan pelaksanaan program guna mencapai kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan tujuan, sasaran, serta visi dan misi. Adapun kebijakan yang diambil oleh MIN Belilik dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran tersebut ialah sebagai berikut :
1)      Mengutus guru mengikuti diklat mata pelajaran.
2)      Menyelenggarakan workshop KTSP dan kalender pendidikan.
3)      Memotivasi dan menganggarkan biaya pendidikan dan mengutus guru mengikuti pendidikan dan diklat.
4)      Mewajibkan guru membuat prota, prosem, silabus dan RPP.
5)      Mengusulkan program prioritas ke bagian perencanaan Kanwil Depag Babel.
6)      Mengangkat dan menetapkan pengelolaan keuangan sesuai kompetensi.
7)      Menyusun program tahunan dan program jangka menengah.
8)      Menyelenggarakan evaluasi sesuai kalender pendidikan dan pelatihan pembuatan soal.
9)      Menerapkan disiplin bagi tenaga pendidik dan kependidikan dalam menjalankan tupoksi dengan jam kerja 375 jam per minggu untuk 6 hari kerja.
4.   Strategi pemecahan masalah pada MIN Belilik
Pengembangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Belilik dihadapkan pada permasalahan yang semakin kompleks. Permasalahan ini dapat mempengaruhi kinerja satuan pendidikan.
Permasalahan dapat dikelompokkan menjadi dua yakni internal dan eksternal:
a.       Permasalahan internal :
1)   Sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan masih rendah dengan persentase 40% tamatan SLM, 20% tamatan diploma 2 dan 35% tamatan S1.
2)   Input yang masuk pada MIN Belilik masih rendah pada greet C.
3)   Proses pengelolaan input masih rendah.
4)   Output yang dihasilkan belum kompetitif.
5)   Sarana dan prasarana belajar belum memadai.
b.      Permasalahan eksternal :
1)    Dukungan masyarakat dalam memotivasi anak dalam belajar masih rendah.
2)    Budaya asal sekolah masih melekat dalam masyarakat.
3)    Pemahaman sekolah gratis pada kebanyakan masyarakat masih salah, sehingga mereka masih enggan untuk membantu biaya pendidikan anak sekolah.
4)    Pada umumnya masyarakat masih sulit menerima perubahan. Setiap ada perubahan akan menimbulkan kecurigaan.
Strategi dalam pemecahan masalah internal dan eksternal yang dapat dan harus dilakukan antara lain :
1)      Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
2)      Input yang masuk harus lulus seleksi dan memenuhi standar MIN Belilik.
3)      Proses pengelolaan input harus ditingkatkan.
4)      Standar kelulusan harus terlampaui (nasional) dan standar kelulusan yang ditetapkan MIN juga harus tercapai.
5)      Peran serta komite madrasah harus diberdayakan untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya pendidikan.
6)      Modernisasi pendidikan di madrasah perlu disosialisasikan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
7)      Pemahaman sekolah gratis yang dikampanyekan perlu diluruskan agar tidak salah dalam pemahaman, begitu juga BOS (Bantuan Operasional Sekolah) bukan (Bantuan Operasional Siswa).

D.    MIN Belilik Madrasah Modern Berkelanjutan
Suatu harapan dan impian yang tergambarkan melalui visi dan misi MIN Belilik adalah sebuah madrasah yang modern dan mempunyai karakter. Dengan visi “Berilmu, Berakhlakul Kariamah dan Bermasyarakat” dan dengan misi :
1)  Menyelenggarakan pendidikan berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik dan non akademik.
2)  Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam menjalankan ajaran agama secara utuh.
3)  Mewujudkan pembentukan karakter umat yang mampu mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
4)  Menjadikan MIN Belilik sebagai madrasah model dalam pengembangan imtaq dan iptek.
Harapan dan impian ini bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, karena MIN Belilik sekarang ini sudah menerapkan MBM, dengan prestasi yang dicapai tahun 2010 terakreditasi “‘A” yang pada tahun sebelumnya terakreditasi “C”. Hal ini merupakan suatu bukti nyata bahwa MIN Belilik telah berubah kearah yang lebih maju atau modern, namun MIN Belilik belum dapat dijadikan model percontohan sebagai madrasah modern karena masih banyak yang perlu ditata dan diperbaiki agar sesuai standar pendidikan nasional yang ditetapkan pemerintah melalui PP nomor 19 tahun 2005.
Harapan dan impian sebagai madrasah berkarakter juga bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, karena sekarang MIN Belilik sudah mulai mengarah pada pengelolaan karakteristik input, karakteristik proses dan karakteristik output. Hal ini dapat terlihat dari indikator-indikator madrasah berkarakter dalam buku Pelatihan Capacity Building Pengelola Madrasah dalam Bidang Manajemen yang diterbitkan Direktorat Jendral Kementrian Agama RI tahun 2011 dalam makalah berjudul Menuju Madrasah Efektif. Namun MIN Belilik belum dapat dijadikan model madrasah berkarakter, karena masih banyak yang perlu ditata dan diperbaiki agar sesuai dengan pendidikan berkarakter yang dicanangkan oleh pemerintah.
Menjadikan MIN Belilik madrasah modern berkarakter merupakan harapan dan impian yang tergambar melalui visi dan misi. Harapan dan impian yang lebih jauh yakni menjadikan MIN Belilik sebagai model madrasah modern berkarakter. Berharap dan memimpikan suatu yang besar tidak salah untuk memicu agar termotivasi dalam menggapai harapan dan impian tersebut.

III.   PENUTUP

A.    Kesimpulan
Madrasah modern adalah madrasah yang telah menerapkan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) seperti yang diharapkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI.
Madrasah modern yakni madrasah yang telah memenuhi Standar Pendidikan Nasioanl sesuai PP nomor 19 tahun 2005, dengan ketentuan Standar Pendidikan Nasional sebagai berikut :
1)      Telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sesuai Permendiknas nor 23 tahun 2006.
2)      Telah memenuhi Standar Isi sesuai Permendiknas nomor 22 tahun 2006.
3)      Telah memenuhi satandar pendidikan dan tenaga kependidikan sesuai Permendiknas nomor 16 tahun 2007.
Sedangkan untuk tenaga kependidikan mengacu pada :
a.    Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah /madrasah.
b.   Permendiknas nomor 24 tahun 2008 tentang standar tenaga administrasi sekolah/madrasah.
c.    Permendiknas nomor 25 tahun 2008 tentang standar perpustakaan sekolah/madrasah.
d.   Permendiknas nomor 26 tahun 2008 tentang standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah.
4)      Telah memenuhi standar proses sesuai Permendiknas nomor 41 tahun 2007.
5)      Telah memenuhi standar sarana prasarana sesuai Permendiknas nomor 24 tahun 2007.
6)      Telah memenuhi standar pembiayaan sesuai Permendiknas nomor 69 tahun 2009.
7)      Telah memenuhi standar pengelolaan sesuai Permendiknas nomor 19 tahun 2007.
8)      Telah memenuhi standar penilaian pendidikan sesuai Permendiknas nomor 20 tahun 2007.
Madrasah berkarakter adalah madrasah yang mempunyai visi dan misi, karakteristik madrasah terlihat dari karakteristik input, karakteristik proses, dan karakteristik output. Tiap karaktereristik punya indikator-indikator sebagai alat ukur, apakah karakteristik tersebut terpenuhi.
Madrasah ibtidaiyah Negeri Belilik adalah madrasah modern berkarakter karena telah menerapkam MBM dan mempunyai visi dan misi dengan karakteristik input, proses dan output yang diarahkan pada karakteristik sesuai pendapat Imam Sujarwo dalam makalah berjudul Menuju Madrasah Efektif diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kemenag RI. Namun MIN Belilik belum dapat dijadikan model percontohan sebagai Madrasah Modern Berkarakter.

B.     Saran
Mewujudkan madarasah modern berkarakter sekaligus sebagai model percontohan bagi madrasah lainnya merupakan pekerjaan yang tidak seperti membalikan telapak tangan bagi kepala madrasah, namun berharap dan memimpikan sesuatu yang besar dan kita inginkan tidaklah salah, karena harapan dan impian dapat memicu motivasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.
Melalui makalah ini, penulis mengajak para kepala madrasah untuk menata ulang manajemen madrasah dan pondok pesantren yang masih menerapkan manjemen tradisional warisan budaya para pendiri dengan menggantikannya dengan Manajemen Berbasis Madrasah. Sehingga kesan madrasah sebagai sekolah kampung dapat ditinggalkan, dan mengubah performance madrasah menjadi madrasah modern berkarakter.
Diharapkan kepada Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dapat mengalokasikan biaya sosialisasi bagi pencerdasan masyarakat dan komite madrasah melalui DIPA satker pada kegiatan peningkatan mutu pendidikan. Rekrutmen dan droping tenaga pendidik dan kependidikan hendaknya sesuai dengan bidang keahlian yang dibutuhkan madrasah. Begitu juga penyediaan dana, sarana prasarana yang proporsional sesuai kebutuhan madrasah.
Penulis menyadari, makalah ini sangat belum sempurna, oleh sebab itu adanya saran dari pembaca sangat diharapkan untuk dijadikan masukan sebagai penyempurnaan perbaikan makalah di kemudian hari.

Belilik, 19 September 2012
Penulis,

Drs. Syarfawi
NIP. 196906012005011007

  
DAFTAR PUSTAKA

TIM Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, 2011. Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah : Australia. AID.

Sujarwo, Imam, 2011. Menuju Madrasah Efektif dalam Pelatihan Capacity Building Pengelolaan Madrasah dalam Bidang Manajemen : Kementrian Agama RI Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Jakarta.

Tim Direktorat Jendral Kemetrian Agama RI, 2011. Pelatihan Capacity Building Pengelolaan Madrasah dalam Bidang Manajemen : Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Jakarta.

Muhammad, Husein, 2011. Pesantren dan Pembentukan Karakter Bangsa : Anqual Confrence on Islam Studies, Pangkalpinang.

Mujib, Abdul, 2011. Islam, Karakter dan Budaya Kerja : Anqual Confrence on Islam Studies, Pangkalpinang.

Munawar, Budhy, dan Rahman, Tim Yayasan Paramida, 2011. Mencari Model Pendidikan Karakter Bangsa : Anqual Confrence on Islam Studies, Pangkalpinang.

Hidayatullah, Ahmad, 2011. Strategi Membangun Keunggulan Madrasah : Pelatihan Capacity Building Pengelolaan Madrasah dalam Bidang Manajemen : Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Jakarta.

Tidak ada komentar: